VIRUS CORONA

by. dr. Albertus Daniel Freddijanto,   SpPD
Dokter Penyakit Dalam

Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).
Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia.
Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Penambahan jumlah kasus 2019-nCoV berlangsung cukup cepat dan sudah terjadi penyebaran ke luar wilayah Wuhan dan negara lain. Sampai dengan 28 Januari 2020, secara global ditemukan 4.593 kasus konfirmasi dengan jumlah kematian sebanyak 106 orang. Kasus di Cina sendiri sebanyak 4.537 kasus.
Kasus penyebaran sebanyak 56 kasus, dilaporkan dari 14 negara (Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, Australia, Malaysia, Thailand, Nepal, AS, Kanada, Perancis, Kamboja, Sri Langka, Jerman).

GEJALA KLINIS
Manifestasi klinis biasanya muncul dalam 2 hari hingga 14 hari setelah paparan. Tanda dan gejala umum infeksi coronavirus antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas.
Pada kasus yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Tingkat keparahan penyakit ini dipengaruhi oleh daya tahan tubuh, usia dan penyakit yang telah ada sebelumnya (komorbid), seperti hipertensi, DM, asma, dll.

GEJALA SEVERE ACUTE RESPIRA-TORY INFECTION (SARI) YANG DIDUGA nCoV

  1. Orang dengan Infeksi saluran pernafasan akut berat tanpa penyebab yang jelas, timbul dalam 10 hari terakhir dengan gejala demam >38° dan batuk yang membutuhkan rawat inap dan memenuhi salah satu kriteria dibawah ini :
    Memiliki riwayat berpergian ke Wuhan, Provinsi China dalam 14 hari terakhir.
    Tenaga kesehatan yang berkerja dengan pasien tersangka terinfeksi 2019-nCoV.
    Orang dengan perburukan gejala klinis yang terjadi secara cepat dan tak terduga, meskipun telah ditangani secara optimal tanpa memperhatikan tempat tinggal ataupun riwayat berpergian sebelumnya.
  2. Orang dengan gejala infeksi saluran pernafasan akut dimana 14 hari sebelum timbulnya penyakit memiliki salah satu dari kriteria sebagai berikut
    Kontak dengan pasien terinfeksi 2019-nCoV atau
    Kontak dengan fasilitas kesehatan yang menangani 2019-nCoV

PENGOBATAN INFEKSI VIRUS 2019-nCoV
Saat ini belum ada obat maupun vaksin yang tersedia untuk infeksi virus 2019-nCoV.

BAGAIMANA CARA MENCEGAH PENULARAN VIRUS CORONA?

  1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar sistem imunitas/ kekebalan tubuh meningkat.
  2. Mencuci tangan menggunakan sabun. Mencuci tangan sampai bersih merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.
    Ketika batuk dan bersin, upayakan menjaga agar lingkungan Anda tidak tertular. Tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau dengan lengan (bukan dengan telapak tangan).
  3. Gunakan masker penutup mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum.
  4. Buang tisu yang sudah digunakan ke tempat sampah dan cucilah tangan Anda.
  5. Hindari kontak dengan hewan ternak dan hewan liar yang terbukti tertular coronavirus.
  6. Jangan makan daging yang tidak dimasak hingga matang
  7. Jika Anda berencana berkunjung ke daerah/ negara dimana virus ini ditemukan seperti Cina. Jagalah kesehatan anda.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Google

Categories