Mengenal Lebih Jauh Electroencephalography (EEG) Dalam Menegakkan Diagnosis Epilepsi dan Gangguan pada Otak

Apa itu Epilepsi?
Epilepsi merupakan suatu kelainan otak yang terjadi akibat adanya gangguan aktivitas listrik saraf yang berlebihan sehingga menimbulkan gejala berupa kejang. Terdapat berbagai penyebab terjadinya epilepsi, antara lain stroke, infeksi otak, tumor otak, cedera pada otak, kelainan kongenital (kelainan bawaan sejak lahir), neurodegeneratif, intoksikasi alkohol/obat maupun gangguan metabolik.

Apa saja gejala epilepsi?
Gejala epilepsi sangat bervariasi, antara lain kejang kaku dan/ kelojotan pada tubuh, pingsan berulang, pasien terdiam sesaat (bengong), gangguan kesadaran, gerakan kedipan mata berulang, mulut mengecap-ngecap dan masih banyak lainnya.

Gejala epilepsi dapat terjadi pada semua golongan usia dan dapat dicetuskan oleh berbagai macam faktor, seperti kelelahan, stres, ketidakpatuhan minum obat, alkohol, hipersensitif terhadap cahaya atau hormonal.

Bagaimana mendiagnosis epilepsi?
Dalam menegakkan diagnosis epilepsi, terkadang tidak cukup dengan mengetahui penyebab dan bentuk kejang yang muncul. Diperlukan suatu alat penunjang diagnosis epilepsi, yaitu Elektroenchephalography (EEG) yang merupakan alat yang didesain untuk mengukur aktivitas listrik otak (pada umumnya dikenal gelombang otak) melalui kabel elektroda yang diletakkan di kulit kepala.
Pemeriksaan EEG berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada otak dan dapat menentukan apakah penderita benar menderita epilepsi atau tidak.

Alat EEG akan menangkap cetusan listrik di otak kemudian ditampilkan dalam bentuk gelombang otak pada layar mesin EEG. Prosesnya memakan waktu 30 menit hingga 1 jam atau bahkan lebih tergantung pada tujuan pemeriksaan.

Penderita diperiksa dalam keadaan sadar atau tertidur dan tidak perlu merasa cemas atau takut selama perekaman EEG. Prosedur EEG tidak menimbulkan rasa nyeri dan cenderung nyaman serta aman bagi penderita. Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada semua golongan usia, mulai dari bayi hingga orang dewasa.

Pemeriksaan medis yang tepat disertai hasil pemeriksaan EEG yang menunjang diagnosis epilepsi dapat membantu dokter dalam memberikan pengobatan yang sesuai dengan jenis epilepsi. Hal ini sangat berguna dalam meningkatkan kesembuhan dan kualitas hidup penderita.

Jadi kapan sebaiknya dilakukan pemeriksaan EEG?
Dokter akan mengarahkan Anda pada pemeriksaan EEG jika dicurigai adanya kejang atau kelainan pada otak. Pemeriksaan EEG dapat dilakukan di rumah sakit yang menyediakan serangkaian alat pemeriksaan tersebut. Konsultasikan kepada dokter Anda mengenai keluhan, gejala dan tanda jika terdapat kecurigaan terhadap epilepsi atau gangguan pada otak lainnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Google

Categories