Gejala Penyakit Hepatitis B

dr Albertus Daniel F., SpPD

Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B, anggota famili hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau kronis yang dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati.

CARA PENULARAN HEPATITIS B

Virus hepatitis B (HBV) ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui darah, air mani, atau cairan tubuh lainnya yang terkontaminasi virus. Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah berisiko tinggi terinfeksi penyakit ini. 

Beberapa cara penularan HBV yang umum, di antaranya:

  1. Melakukan hubungan seks tanpa kondom (termasuk oral dan seks anal) dengan orang yang terinfeksi.
  2. Berbagi jarum dan alat suntik narkoba yang sama dengan orang yang terinfeksi.
  3. Menjalani perawatan gigi di rumah sakit ataupun di klinik gigi yang tidak menggunakan peralatan steril.
  4. Menerima suntikan di rumah sakit atau dokter dari jarum yang tidak steril.
  5. Membuat tato atau tindik tubuh dengan peralatan yang tidak steril.
  6. Saling meminjam barang pribadi dengan orang yang terinfeksi, seperti alat cukur, sikat gigi, atau handuk. 
  7. Memiliki luka terbuka dan terpapar darah orang lain yang terinfeksi.

Ibu hamil yang terinfeksi HBV bisa menularkan virus ke bayinya saat persalinan. Namun dalam hampir semua kasus, bayi yang baru lahir bisa langsung vaksin hepatitis B untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

GEJALA KLINIS HEPATITIS B

Gejala klinis infeksi VHB pada pasien hepatitis akut cenderung ringan. Kondisi asimtomatis ini terbukti dari tingginya angka pengidap tanpa adanya riwayat hepatitis akut. Apabila menimbulkan gejala hepatitis, gejalanya menyerupai hepatitis virus yang lain tetapi dengan intensitas yang lebih berat.

Gejala hepatitis akut terbagi dalam 4 tahap yaitu:

  1. Fase Inkubasi

Merupakan waktu antara masuknya virus dan timbulnya gejala atau kuning. Fase inkubasi Hepatitis B berkisar antara 15-180 hari dengan rata- rata 60-90 hari.

  • Fase prodromal (pra ikterik)

Fase diantara timbulnya keluhan-keluhan pertama dan timbulnya gejala kuning. Awitannya singkat atau insidous ditandai dengan sakit badan, mudah lelah, gejala saluran napas atas dan tidak nafsu makan. Diare atau konstipasi dapat terjadi. Nyeri perut biasanya ringan dan menetap di kuadran kanan atas atau ulu hati.

  • Fase ikterus

Ikterus (kuning) muncul setelah 5-10 hari, tetapi dapat juga muncul bersamaan dengan munculnya gejala. Banyak kasus pada fase ikterus tidak terdeteksi. Setelah timbul ikterus jarang terjadi perburukan gejala prodromal, tetapi justru akan terjadi perbaikan klinis yang nyata.

  • Fase konvalesen (penyembuhan)

Diawali dengan menghilangnya ikterus dan keluhan lain, tetapi hepatomegali dan abnormalitas fungsi hati tetap ada. Muncul perasaan sudah lebih sehat dan kembalinya nafsu makan. Sekitar 5-10% kasus perjalanan klinisnya mungkin lebih sulit ditangani dan hanya <1% yang menjadi fulminan.

Hepatitis B kronis didefinisikan sebagai peradangan hati yang berlanjut > 6 bulan sejak timbul keluhan dan gejala penyakit.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Pemeriksaan laboratorium terdiri dari :

  1. Pemeriksaan Biokimia

Stadium akut VHB ditandai dengan AST dan ALT meningkat >10 kali nilai normal, serum bilirubin normal atau hanya meningkat sedikit, peningkatan Alkali Fosfatase (ALP) >3 kali nilai normal, dan kadar albumin serta kolesterol dapat mengalami penurunan. Stadium kronik VHB ditandai dengan AST dan ALT kembali menurun hingga 2-10 kali nilai normal dan kadar albumin rendah dengan kadar globulin meningkat.

  • Pemeriksaan serologis

Indikator serologi awal dari VHB akut dan kunci diagnosis penanda infeksi VHB kronik adalah HBsAg, dimana infeksi dapat bertahan di serum >6 bulan. Sekitar 5-10% pasien, HBsAg menetap di dalam darah yang menandakan terjadinya hepatitis kronis atau carrier..

  • Pemeriksaan molekuler

Pemeriksaan molekuler menjadi standar pendekatan secara laboratorium untuk deteksi dan pengukuran DNA VHB dalam serum atau plasma. Pengukuran kadar secara rutin bertujuan untuk mengidentifikasi carrier, menentukan prognosis, dan monitoring efikasi pengobatan antiviral.

KOMPLIKASI HEPATITIS B

Hepatitis B kronik merupakan penyulit jangka lama pada Hepatitis B akut. Penyakit ini terjadi pada sejumlah kecil penderita Hepatitis B akut. Kebanyakan penderita Hepatitis B kronik tidak pernah mengalami gejala hepatitis B akut yang jelas. Hepatitis fulminan merupakan penyulit yang sebagian besar berlangsung fatal. 50% kasus hepatitis virus fulminan adalah dari tipe B dan banyak diantara kasus hepatitis B akut fulminan terjadi akibat ada koinfeksi dengan hepatitis D atau hepatitis C.

Sirosis hati merupakan kondisi dimana jaringan hati tergantikan oleh jaringan parut yang terjadi bertahap. Jaringan parut ini semakin lama akan mengubah struktur normal dari hati dan regenerasi sel-sel hati. Sehingga sel-sel hati akan mengalami kerusakan yang menyebabkan fungsi hati mengalami penurunan bahkan kehilangan fungsinya.

TERAPI HEPATITIS B

Tidak ada terapi spesifik untuk hepatitis virus akut. Tujuan utama dari pengobatan Hepatitis B kronik adalah untuk mengeliminasi atau menekan virus Hepatitis B. Pengobatan dapat mengurangi patogenitas dan infektivitas akhirnya menghentikan atau mengurangi inflamasi hati, mencegah terjadinya dekompensasi hati, menghilangkan DNA VHB (dengan serokonvers HBeAg ke anti-Hbe pada pasien HBeAg positif) dan normalisasi ALT pada akhir atau 6-12 bulan setelah akhir pengobatan.

Tujuan jangka panjang adalah mencegah terjadinya hepatitis flare yang dapat menyebabkan dekompensasi hati, perkembangan ke arah sirosis dan atau HCC (Hepatocellular Carcinoma). Terapi antiviral yang telah terbukti bermanfaat untuk Hepatitis B kronik adalah Interferon, Lamivudin, Adefovir dipofoxil dan Entecavir.

PROGNOSIS HEPATITIS B

Virus hepatitis B dapat menyebabkan sirosis, hepatitis fulminan dengan nekrosis hati masif. Virus ini juga berperan penting dalam terjadinya hepatocellular carcinoma. Setiap tahun, > 600.000 orang meninggal diakibatkan penyakit hati kronik oleh virus Hepatitis B yang belanjut ke sirosis, kegagalan hati dan hepatocellular carcinoma.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Google

Categories